Penutupan Layanan CBN Cable Internet (Wed, Jun 4 2014)
  NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Headline | Hot Topic | Politics | Economy | General | Sports | Regional | Law & Crime
 
   
Hot Topic  
 






Kisruh Ujian Nasional, Salah Siapa?
Hot Topic Tue, 23 Apr 2013 15:12:00 WIB

Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat tahun ini mengalami kekisruhan, dimana beberapa provinsi terpaksa melakukan penundaan UN lantaran lambatnya kedatangan soal dan lembar jawaban ujian. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beralasan keterlambatan ini disebabkan soal dan lembar jawaban yang menjadi tanggung jawab pihak percetakan yang telah ditunjuk belum didistribusikan. Benarkah hanya sebatas pendistribusian? Atau ada hal lain yang menyebabkan kekisruhan ini?

Karut marut UN setingkat SMA tahun ini sungguh sangat disesalkan dan patut dipertanyakan. Keterlambatan pengadaan soal serta lembar jawaban ujian menyebabkan tertundanya penyelenggaraan UN di beberapa provinsi. Para murid SMA sederajat yang seharusnya sudah menjalankan proses ujian secara bersama-sama, terpaksa tertunda.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam kegiatan ini pun 'mengkambinghitamkan' pihak perusahaan percetakan yang menjadi rekanan. Namun, banyak pihak yang menduga telah terjadi korupsi di proyek pengadaan soal dan lembar jawaban UN, terutama pada saat proses tender lelang proyek.

Selain itu, ketertundaan pendistribusian soal dan lembar jawaban UN, ada yang menilai juga disebabkan karena sempat diblokirnya anggaran untuk penyelenggaraan UN ini oleh Kementerian Keuangan. Diblokirnya anggaran tersebut membuat proses persiapan UN menjadi molor dan mepet waktu. Proses pembayaran kepada para pemenang tender pun ikut terhambat, menyebabkan pihak perusahaan pemenang tender hanya memiliki waktu sedikit dalam menyelesaikan proyek UN.

Kedua hal tersebut disinyalir sarat dengan korupsi dan kongkalikong. Untuk proses tender proyek, diduga telah terjadi kongkalikong antara pihak Kemdikbud dengan para pemenang tender, terutama diloloskannya sebuah perusahaan yang tidak memiliki rekam jejak dan pengalaman dalam menjalankan proyek pengadaan soal dan lembar jawaban UN serta pendistribusiannya. Ketidakmampuan pihak pemenang tender dalam masalah pendistribusian inilah yang membuat kegiatan UN tertunda dari jadwal yang seharusnya.

Sementara untuk masalah penganggaran, beberapa pihak menduga, adanya penggelembungan biaya oleh pihak Kemdikbud dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada saat pembahasan, sehingga pihak Kementerian Keuangan terpaksa menahan sebagian anggaran. Hal ini juga diduga memberikan andil dalam hal kekisruhan UN setingkat SMA tahun ini. Dan sudah semestinya pihak legislatif ikut juga bertanggung jawab, bukan malah 'mencuci tangan' dengan menyalahkan pihak Kemdikbud.

Kisruh ini sebenarnya bisa dihindari jika pihak Kemdikbud mengawasi secara ketat proses percetakan dan pendistibusian naskah UN di perusahaan pemenang tender. Selain itu, anggota dewan juga tidak boleh lepas tangan terkait kisruh UN ini. Sudah sering terjadi tarik-menarik dalam masalah anggaran kementerian, bukan hanya di Kemdikbud, oleh anggota dewan. Banyaknya kepentingan untuk meloloskan perusahaan tertentu di proyek pemerintah menyebabkan terselenggaranya proyek menjadi molor, tertunda, bahkan terhenti sama sekali.

(ydn)

Sumber: CBN




Other articles

Bak Negeri Hukum Rimba
Thu, 11 Apr 2013 15:22:00 WIB
Beauty Politics of Anas Urbaningrum
Mon, 25 Feb 2013 11:51:00 WIB
Bantah Incar Kursi Cawapres
Gabung ke Hanura

Mon, 18 Feb 2013 10:01:00 WIB

 

 
DNA Berita Bisnis Indonesia The Globe Journal Liputan6.com
 
 
79
persen penduduk Indonesia minum susu import



(Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian)
 
Currency Rate
 
Wed, 26 Nov 2014 08:16:00 WIB
 SALEBUY
USD12175.0012145.00
SGD9375.699345.69
HKD1578.101558.10
AUD10430.1210350.12
JPY104.77101.77
EUR15215.9615115.96
Source: BCA
 
Weather
 
Wed, 26 Nov 2014 08:10:00 WIB
Jakarta23-33°C
Denpasar26-35°C
Surabaya25-35°C
Medan23-32°C
Makassar26-34°C
Bandung21-31°C
Source: bmg.go.id